Kamis, 02 Oktober 2025

Teori Elaborasi

Teori Elaborasi adalah salah satu teori pembelajaran yang dikembangkan oleh Charles Reigeluth (1983). Teori ini termasuk dalam rumpun teori instruksional (instructional design theory) yang berfokus pada cara menyusun materi pembelajaran agar lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan oleh peserta didik.

Berikut penjelasan ringkasnya:

1. Inti Teori Elaborasi

Materi pembelajaran disajikan dari yang sederhana ke yang kompleks.

Awalnya diberikan kerangka umum (overview) atau gambaran besar dari suatu konsep, kemudian secara bertahap dielaborasi (dikembangkan/diperinci) menjadi detail-detail yang lebih kompleks.

Prinsip ini sering disebut dengan pendekatan “epitome–elaboration”, di mana epitome adalah gambaran umum, dan elaboration adalah pendalaman.

2. Tujuan

Membantu peserta didik membangun pemahaman yang terstruktur dan bermakna.

Memudahkan dalam transfer pengetahuan dari hal umum ke penerapan yang lebih spesifik.

Mengurangi beban kognitif karena peserta didik memahami dulu peta besarnya sebelum masuk ke detail.

3. Strategi Utama dalam Teori Elaborasi

Menurut Reigeluth, ada beberapa prinsip penting:

Urutan Elaboratif (Elaborative Sequence): Materi disusun dari yang paling umum hingga ke rincian.

Urutan Prasyarat Belajar (Prerequisite Sequence): Menjamin bahwa pengetahuan dasar disiapkan sebelum masuk ke materi lebih tinggi.

Rangkuman (Summarizer): Setiap selesai pembahasan, ada rangkuman untuk memperkuat ingatan.

Sintesis (Synthesizer): Menyajikan hubungan antar konsep sehingga peserta didik bisa melihat keterkaitan.

Analogi (Analogies): Menggunakan perbandingan untuk memudahkan pemahaman konsep baru.

Aktivasi Motivasi (Motivational Strategies): Memberikan contoh nyata, aplikasi, atau masalah yang relevan.

Kontrol Belajar (Learner Control): Memberikan ruang bagi peserta didik untuk memilih atau mengatur urutan belajar sesuai kebutuhannya.

4. Contoh Penerapan

Misalnya dalam pembelajaran matematika (pecahan):

Pertama dijelaskan gambaran umum: pecahan sebagai “bagian dari keseluruhan”.

Lalu dielaborasi menjadi jenis pecahan (biasa, campuran, desimal).

Kemudian cara mengoperasikan pecahan (penjumlahan, pengurangan).

Hingga akhirnya ke soal kompleks seperti pecahan dalam konteks kehidupan sehari-hari (resep masakan, perhitungan keuangan).

Jadi, Teori Elaborasi menekankan bahwa pembelajaran harus dimulai dari gambaran umum yang sederhana lalu secara bertahap dikembangkan menjadi lebih detail dan kompleks, dengan dukungan rangkuman, sintesis, dan contoh aplikatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berikan Tanggapan