📘 Strategi Elaboratif
Definisi:
Strategi elaboratif adalah strategi pembelajaran di mana peserta didik menghubungkan
informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya sehingga
terbentuk makna yang lebih mendalam. Elaborasi membantu siswa memahami,
mengingat, dan menggunakan pengetahuan baru dalam berbagai konteks.
🔑 Ciri-Ciri Strategi
Elaboratif
- Menghubungkan
konsep baru dengan pengalaman nyata (misalnya: belajar listrik dengan
contoh colokan rumah).
- Memberikan
analogi dan metafora agar siswa lebih mudah membayangkan.
- Menggunakan
contoh konkret dan non-konkret (kasus nyata + ilustrasi).
- Memperluas
konsep dengan penjelasan tambahan, ilustrasi, atau pengayaan.
- Mengajukan
pertanyaan pemicu yang membuat siswa berpikir lebih dalam.
🛠️ Bentuk Penerapan
Strategi Elaboratif
- Peta
Konsep / Mind Map → menghubungkan topik utama dengan subtopik.
- Contoh
& Non-Contoh → memberi pemahaman perbedaan (misalnya pecahan vs
bilangan bulat).
- Analogi
→ menjelaskan konsep rumit dengan hal yang familiar (contoh: arus listrik
diibaratkan aliran air).
- Cerita
Kontekstual → mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
- Diskusi
Reflektif → siswa diminta menjelaskan kembali dengan kata-kata mereka.
🎯 Tujuan Strategi
Elaboratif
- Membantu
siswa memahami makna, bukan sekadar menghafal.
- Membuat
pembelajaran lebih menarik dan relevan.
- Mengembangkan
daya nalar, kreativitas, dan berpikir kritis.
- Meningkatkan
retensi (daya ingat jangka panjang).
- Membiasakan
siswa mengaitkan ilmu dengan konteks nyata.
📌 Contoh dalam Mata
Pelajaran
- Matematika
(Pecahan): Guru menjelaskan pecahan lewat analogi "kue yang
dipotong".
- Biologi
(Fotosintesis): Dijelaskan lewat analogi "pabrik makanan pada
tumbuhan".
- Informatika
(Algoritma): Disamakan dengan resep memasak atau langkah-langkah
bermain game.
👉 Jadi, Strategi
Elaboratif = memberi jembatan dari pengetahuan lama ke pengetahuan
baru, sehingga siswa merasa “nyambung” dan lebih mudah memahami.
