Sabtu, 02 Agustus 2025

RENDAHNYA ANGKA KELAHIRAN DI PAPUA

Angka kelahiran di Papua, menunjukkan tren penurunan dalam satu dekade terakhir. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan Tingkat Fertilitas Total (TFR) dari 3.18 pada tahun 2010 menjadi 2.66 pada tahun 2020 DATA DI Papua Barat. Secara keseluruhan, angka kelahiran di Papua masih tergolong rendah dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. 

Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan angka kelahiran di Papua, antara lain:

  • Perubahan sosial budaya:

Peningkatan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kesehatan, serta perubahan gaya hidup, mempengaruhi keputusan pasangan untuk memiliki lebih sedikit anak. 

  • Akses terhadap informasi dan layanan KB:

Meskipun ada upaya peningkatan, akses terhadap informasi dan layanan keluarga berencana (KB) masih menjadi tantangan di beberapa daerah, terutama di wilayah terpencil. 

  • Faktor ekonomi:

Biaya hidup yang semakin tinggi dan kebutuhan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak juga menjadi pertimbangan dalam memutuskan jumlah anak. 

  • Data kependudukan yang belum akurat:

Keterbatasan data kependudukan, terutama di daerah terpencil, menyulitkan pemerintah dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan program kependudukan yang tepat sasaran. 

Meskipun terjadi penurunan, angka kelahiran di Papua masih menjadi perhatian, terutama dalam konteks peningkatan kualitas penduduk. Kepala BKKBN menekankan pentingnya meningkatkan kualitas penduduk, termasuk mengatasi masalah stunting, dan memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak. Selain itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data kependudukan dan akses terhadap layanan KB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berikan Tanggapan