Contoh Penerapan Teori
Elaborasi untuk mata pelajaran Matematika dengan topik Pecahan.
📘 Alur Penerapan Teori
Elaborasi pada Topik Pecahan
1. Gambaran Umum (Epitome)
Guru menjelaskan konsep dasar
pecahan sebagai “bagian dari keseluruhan.”
- Contoh: sebuah pizza dibagi 4, jika diambil 1 maka
itu adalah ¼.
- Tujuannya agar siswa memahami makna pecahan secara
sederhana.
2. Elaborasi
Materi diperluas dengan
memperkenalkan jenis-jenis pecahan:
- Pecahan biasa (⅓, ¾)
- Pecahan campuran (2 ½)
- Pecahan desimal (0,25; 0,5)
- Pecahan persen (25%, 50%)
3. Detail
Masuk ke operasi pecahan:
- Penjumlahan & pengurangan pecahan sejenis dan
tidak sejenis
- Perkalian pecahan
- Pembagian pecahan
- Mengubah bentuk pecahan (biasa → desimal → persen)
4. Rangkuman
Guru membuat catatan ringkas:
- Pecahan = bagian dari keseluruhan
- Ada 4 bentuk pecahan utama (biasa, campuran,
desimal, persen)
- Operasi pecahan mengikuti aturan tertentu
5. Sintesis
Menghubungkan konsep dengan
aplikasi nyata:
- Menggunakan pecahan dalam resep masakan (½ kg gula,
¾ liter minyak)
- Menghitung persentase diskon di toko (30% dari Rp
50.000)
- Membandingkan hasil pertandingan (misalnya: ⅔
kemenangan dari total 9 pertandingan).
Contoh lain: Aljabar
(kelas VIII SMP)
- Gambaran Umum: Aljabar = cara menyatakan
masalah matematika dengan huruf (x, y).
- Elaborasi: Bentuk sederhana → bentuk aljabar
lebih kompleks (suku, koefisien, variabel).
- Detail: Operasi aljabar (penjumlahan,
pengurangan, perkalian, pemfaktoran, persamaan linear).
- Rangkuman: Ringkasan aturan operasi aljabar.
- Sintesis: Aplikasi aljabar pada masalah
sehari-hari, misalnya menghitung harga barang jika x = harga satuan, atau
memecahkan soal cerita.
Dengan cara ini, materi
matematika tidak langsung dilempar ke rumus, tapi dimulai dari gambaran
besar → dielaborasi → detail → disimpulkan → dihubungkan dengan kehidupan
nyata.