Elaborasi adalah proses
memperjelas atau memperdalam suatu ide, informasi, atau konsep dengan
memberikan rincian, contoh, atau penjelasan lebih lanjut. Dalam konteks
pembelajaran, elaborasi mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam pengembangan
pemahaman mereka sendiri.
Secara lebih rinci, elaborasi dapat
diartikan sebagai:
- Pengembangan
detail:
Menambahkan informasi, contoh, atau
penjelasan yang lebih spesifik untuk memperjelas suatu ide atau konsep.
- Penyimpulan
konsep:
Membantu peserta didik dalam
menyimpulkan suatu konsep ilmu secara cermat dan mendalam.
- Pengayaan
ide:
Menambahkan rincian atau uraian pada
suatu objek, ide, atau situasi agar menjadi lebih menarik dan bermakna.
- Peningkatan
pemahaman:
Membantu audiens memahami suatu topik
atau konsep dengan lebih baik dan menyeluruh.
Dalam pembelajaran, elaborasi dapat
dilakukan melalui berbagai cara, seperti:
- Memberikan
contoh konkret dan spesifik: Contoh-contoh ini membantu siswa untuk memahami
konsep secara lebih nyata.
- Menjelaskan
dengan rinci dan terperinci: Penjelasan yang detail membantu siswa untuk
memahami setiap aspek dari suatu konsep.
- Menggunakan
analogi atau perumpamaan: Analogi dan perumpamaan dapat membantu siswa
menghubungkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah mereka pahami.
- Membuat
visualisasi: Visualisasi
seperti gambar atau diagram dapat membantu siswa memahami konsep yang
kompleks.
- Menambahkan
informasi yang relevan: Informasi tambahan yang relevan dapat memperkaya
pemahaman siswa.
- Mengajukan
pertanyaan: Pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan dapat merangsang pemikiran kritis siswa dan membantu mereka
untuk menggali lebih dalam.
Dengan melakukan elaborasi, informasi
yang disampaikan menjadi lebih jelas, mudah dipahami, dan bermakna bagi
siswa. Elaborasi juga dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap
informasi tersebut