Meskipun Papua memiliki otonomi khusus, masyarakatnya masih
menghadapi berbagai masalah yang menyebabkan penderitaan. Beberapa masalah
yang mencuat antara lain: kesenjangan sosial, kemiskinan, masalah pengelolaan
dana otonomi khusus, dan kurangnya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat adat.
Berikut adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan:
- Kesenjangan
Sosial:
Pelaksanaan otonomi khusus di Papua belum sepenuhnya berhasil
mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi antara masyarakat.
Masalah dalam pengelolaan dana otonomi khusus, termasuk
transparansi dan akuntabilitas, menjadi sorotan.
- Hak-hak
Dasar Masyarakat Adat:
Banyak hak dasar masyarakat adat, terutama terkait
pengelolaan kekayaan alam, yang belum terpenuhi, meskipun Papua kaya akan
sumber daya alam.
- Kemiskinan:
Tingkat kemiskinan di Papua masih tergolong tinggi, bahkan
ada yang menyebut Papua memiliki angka kemiskinan tertinggi di Indonesia.
- Keterbatasan
Akses:
Akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masih
terbatas di beberapa daerah di Papua.
- Implementasi
yang Belum Optimal:
Ada anggapan bahwa undang-undang otonomi khusus belum
sepenuhnya diterapkan secara efektif, termasuk dalam pengakuan hak-hak ulayat
dan hutan adat.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun ada masalah, otonomi
khusus juga telah memberikan dampak positif bagi Papua. Pembangunan
infrastruktur seperti jalan dan jembatan telah dilakukan, dan ada harapan bahwa
dana otonomi khusus dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Namun, perbaikan dalam pengelolaan dana dan implementasi
kebijakan sangat diperlukan untuk memastikan manfaat otonomi khusus benar-benar
dirasakan oleh masyarakat Papua.