Angka kematian di Papua,
khususnya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB),
memang tergolong tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di
Indonesia. Papua menjadi provinsi dengan AKI tertinggi di Indonesia,
bahkan jauh di atas rata-rata nasional. Selain itu, AKB di Papua juga
termasuk yang tertinggi di Indonesia.
Beberapa faktor yang menyebabkan
tingginya angka kematian di Papua:
- Keterbatasan akses layanan kesehatan:
Akses ke fasilitas kesehatan,
terutama di daerah terpencil, masih menjadi masalah besar di Papua.
- Kondisi geografis yang sulit:
Kondisi geografis Papua yang
bergunung-gunung dan sulit dijangkau menyulitkan evakuasi dan penanganan medis,
terutama pada kondisi darurat.
- Penyebab langsung kematian ibu:
Penyebab langsung kematian ibu
meliputi infeksi, perdarahan, dan keracunan kehamilan, menurut Dinas Kesehatan
Papua.
- Penyebab tidak langsung kematian ibu:
Faktor-faktor seperti "Tiga
Terlambat" (terlambat memutuskan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan,
terlambat mendapatkan pelayanan) dan "Empat Terlalu" (terlalu muda,
terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu banyak anak), menurut
Yayasan Kesehatan Perempuan juga berperan.
- Peran dominan laki-laki:
Peran laki-laki yang dominan
dalam pengambilan keputusan di keluarga juga mempengaruhi kesehatan ibu dan
anak.
Upaya yang sedang dilakukan:
- Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait terus
berupaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui berbagai program
kesehatan.
- Pembangunan rumah sakit regional diharapkan dapat
membantu meminimalkan dampak kondisi geografis yang sulit.
- Program pendampingan dari UNICEF dan pihak lain
juga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil hingga melahirkan
dan bayi yang dilahirkan.
- Penggunaan dana alokasi khusus, dana otonomi
khusus, dan dana dekonsentrasi juga digunakan untuk membangun fasilitas
kesehatan.
Penting untuk terus memantau dan
mengevaluasi upaya-upaya yang telah dilakukan, serta mencari solusi inovatif
untuk mengatasi masalah tingginya angka kematian di Papua, menurut Magdalene.co.