Pembelajaran andragogi adalah
pendekatan pembelajaran yang ditujukan untuk orang dewasa. Istilah andragogi
dipopulerkan oleh Malcolm Knowles yang menjelaskan bahwa orang dewasa memiliki
cara belajar berbeda dengan anak-anak (pedagogi).
Pengertian
Andragogi
Andragogi berasal dari bahasa
Yunani:
- Andra
= orang dewasa
- Agogos
= membimbing
Jadi, andragogi berarti seni dan
ilmu membantu orang dewasa belajar.
Dalam pembelajaran andragogi,
peserta didik dianggap:
- sudah memiliki pengalaman,
- mampu belajar mandiri,
- memiliki kebutuhan belajar yang jelas,
- belajar untuk memecahkan masalah kehidupan nyata.
Karakteristik Pembelajaran Andragogi
1.
Berpusat pada Peserta Didik
Peserta didik menjadi pusat proses
belajar, bukan hanya mendengarkan dosen/guru.
Contoh:
- diskusi kelompok,
- studi kasus,
- presentasi,
- refleksi pengalaman.
2.
Mengutamakan Pengalaman
Pengalaman hidup peserta menjadi
sumber belajar utama.
Contoh:
Mahasiswa PGSD yang pernah mengajar di sekolah dapat berbagi pengalaman tentang
pengelolaan kelas.
3.
Bersifat Mandiri
Orang dewasa cenderung ingin
menentukan:
- apa yang dipelajari,
- bagaimana cara belajar,
- kapan belajar.
Dosen berperan sebagai:
- fasilitator,
- pembimbing,
- motivator.
4.
Berorientasi pada Pemecahan Masalah
Pembelajaran difokuskan pada masalah
nyata.
Contoh:
Mahasiswa diminta mencari solusi terhadap rendahnya literasi siswa SD.
5.
Motivasi Belajar Bersifat Internal
Orang dewasa belajar karena:
- kebutuhan pekerjaan,
- pengembangan diri,
- peningkatan kompetensi,
- tanggung jawab profesional.
Prinsip-Prinsip Andragogi
Menurut Malcolm Knowles, terdapat
beberapa prinsip utama:
|
Prinsip |
Penjelasan |
|
Kebutuhan untuk tahu |
Peserta perlu mengetahui manfaat belajar |
|
Konsep diri |
Peserta ingin dihargai sebagai individu mandiri |
|
Pengalaman |
Pengalaman menjadi sumber belajar |
|
Kesiapan belajar |
Belajar sesuai kebutuhan kehidupan |
|
Orientasi belajar |
Fokus pada pemecahan masalah |
|
Motivasi |
Lebih dominan motivasi internal |
Langkah-Langkah Pembelajaran Andragogi
1.
Identifikasi Kebutuhan Belajar
Dosen/guru mengetahui kebutuhan
peserta didik.
Contoh:
Melalui wawancara, angket, atau diskusi awal.
2.
Menentukan Tujuan Pembelajaran
Tujuan dibuat bersama peserta didik
agar lebih bermakna.
3.
Menyusun Pengalaman Belajar
Kegiatan belajar dibuat aktif dan
kontekstual.
Metode yang digunakan:
- diskusi,
- simulasi,
- praktik lapangan,
- problem based learning,
- project based learning.
4.
Pelaksanaan Pembelajaran
Peserta aktif mencari informasi dan
memecahkan masalah.
Peran pendidik:
- memfasilitasi,
- mengarahkan,
- memberikan umpan balik.
5.
Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi dilakukan bersama dan lebih
menekankan:
- refleksi,
- kemampuan praktik,
- perubahan sikap,
- keterampilan nyata.
Contoh Penerapan Andragogi
Dalam
Perkuliahan PGSD
Dosen meminta mahasiswa:
- mengidentifikasi masalah pembelajaran di SD,
- melakukan observasi lapangan,
- membuat solusi inovatif,
- mempresentasikan hasilnya.
Mahasiswa belajar dari:
- pengalaman nyata,
- diskusi,
- refleksi,
- praktik langsung.
Kelebihan Andragogi
- Meningkatkan keaktifan belajar
- Membuat pembelajaran lebih bermakna
- Mengembangkan berpikir kritis
- Menghubungkan teori dengan praktik
- Meningkatkan kemandirian belajar
Kekurangan Andragogi
- Membutuhkan peserta yang aktif
- Memerlukan waktu lebih lama
- Sulit diterapkan jika peserta pasif
- Dosen harus memiliki kemampuan fasilitasi yang baik
Perbedaan Pedagogi dan Andragogi
|
Aspek |
Pedagogi |
Andragogi |
|
Sasaran |
Anak-anak |
Orang dewasa |
|
Peran guru |
Pusat pembelajaran |
Fasilitator |
|
Pengalaman |
Sedikit digunakan |
Sangat penting |
|
Motivasi |
Eksternal |
Internal |
|
Orientasi belajar |
Materi |
Pemecahan masalah |
Kesimpulan
Pembelajaran andragogi adalah
pendekatan pembelajaran bagi orang dewasa yang menekankan:
- pengalaman,
- kemandirian,
- partisipasi aktif,
- pemecahan masalah nyata.
Dalam pendidikan tinggi seperti
Program Studi PGSD, andragogi sangat penting karena membantu mahasiswa menjadi
pembelajar aktif, reflektif, dan profesional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Berikan Tanggapan