Minggu, 17 Mei 2026

Pembelajaran Andragogi

Pembelajaran andragogi adalah pendekatan pembelajaran yang ditujukan untuk orang dewasa. Istilah andragogi dipopulerkan oleh Malcolm Knowles yang menjelaskan bahwa orang dewasa memiliki cara belajar berbeda dengan anak-anak (pedagogi).

Pengertian Andragogi

Andragogi berasal dari bahasa Yunani:

  • Andra = orang dewasa
  • Agogos = membimbing

Jadi, andragogi berarti seni dan ilmu membantu orang dewasa belajar.

Dalam pembelajaran andragogi, peserta didik dianggap:

  • sudah memiliki pengalaman,
  • mampu belajar mandiri,
  • memiliki kebutuhan belajar yang jelas,
  • belajar untuk memecahkan masalah kehidupan nyata.

Karakteristik Pembelajaran Andragogi

1. Berpusat pada Peserta Didik

Peserta didik menjadi pusat proses belajar, bukan hanya mendengarkan dosen/guru.

Contoh:

  • diskusi kelompok,
  • studi kasus,
  • presentasi,
  • refleksi pengalaman.

2. Mengutamakan Pengalaman

Pengalaman hidup peserta menjadi sumber belajar utama.

Contoh:
Mahasiswa PGSD yang pernah mengajar di sekolah dapat berbagi pengalaman tentang pengelolaan kelas.

3. Bersifat Mandiri

Orang dewasa cenderung ingin menentukan:

  • apa yang dipelajari,
  • bagaimana cara belajar,
  • kapan belajar.

Dosen berperan sebagai:

  • fasilitator,
  • pembimbing,
  • motivator.

4. Berorientasi pada Pemecahan Masalah

Pembelajaran difokuskan pada masalah nyata.

Contoh:
Mahasiswa diminta mencari solusi terhadap rendahnya literasi siswa SD.

5. Motivasi Belajar Bersifat Internal

Orang dewasa belajar karena:

  • kebutuhan pekerjaan,
  • pengembangan diri,
  • peningkatan kompetensi,
  • tanggung jawab profesional.

Prinsip-Prinsip Andragogi

Menurut Malcolm Knowles, terdapat beberapa prinsip utama:

Prinsip

Penjelasan

Kebutuhan untuk tahu

Peserta perlu mengetahui manfaat belajar

Konsep diri

Peserta ingin dihargai sebagai individu mandiri

Pengalaman

Pengalaman menjadi sumber belajar

Kesiapan belajar

Belajar sesuai kebutuhan kehidupan

Orientasi belajar

Fokus pada pemecahan masalah

Motivasi

Lebih dominan motivasi internal

 

Langkah-Langkah Pembelajaran Andragogi

1. Identifikasi Kebutuhan Belajar

Dosen/guru mengetahui kebutuhan peserta didik.

Contoh:
Melalui wawancara, angket, atau diskusi awal.

2. Menentukan Tujuan Pembelajaran

Tujuan dibuat bersama peserta didik agar lebih bermakna.

3. Menyusun Pengalaman Belajar

Kegiatan belajar dibuat aktif dan kontekstual.

Metode yang digunakan:

  • diskusi,
  • simulasi,
  • praktik lapangan,
  • problem based learning,
  • project based learning.

4. Pelaksanaan Pembelajaran

Peserta aktif mencari informasi dan memecahkan masalah.

Peran pendidik:

  • memfasilitasi,
  • mengarahkan,
  • memberikan umpan balik.

5. Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi dilakukan bersama dan lebih menekankan:

  • refleksi,
  • kemampuan praktik,
  • perubahan sikap,
  • keterampilan nyata.

Contoh Penerapan Andragogi

Dalam Perkuliahan PGSD

Dosen meminta mahasiswa:

  1. mengidentifikasi masalah pembelajaran di SD,
  2. melakukan observasi lapangan,
  3. membuat solusi inovatif,
  4. mempresentasikan hasilnya.

Mahasiswa belajar dari:

  • pengalaman nyata,
  • diskusi,
  • refleksi,
  • praktik langsung.

Kelebihan Andragogi

  • Meningkatkan keaktifan belajar
  • Membuat pembelajaran lebih bermakna
  • Mengembangkan berpikir kritis
  • Menghubungkan teori dengan praktik
  • Meningkatkan kemandirian belajar

Kekurangan Andragogi

  • Membutuhkan peserta yang aktif
  • Memerlukan waktu lebih lama
  • Sulit diterapkan jika peserta pasif
  • Dosen harus memiliki kemampuan fasilitasi yang baik

Perbedaan Pedagogi dan Andragogi

Aspek

Pedagogi

Andragogi

Sasaran

Anak-anak

Orang dewasa

Peran guru

Pusat pembelajaran

Fasilitator

Pengalaman

Sedikit digunakan

Sangat penting

Motivasi

Eksternal

Internal

Orientasi belajar

Materi

Pemecahan masalah

 

Kesimpulan

Pembelajaran andragogi adalah pendekatan pembelajaran bagi orang dewasa yang menekankan:

  • pengalaman,
  • kemandirian,
  • partisipasi aktif,
  • pemecahan masalah nyata.

Dalam pendidikan tinggi seperti Program Studi PGSD, andragogi sangat penting karena membantu mahasiswa menjadi pembelajar aktif, reflektif, dan profesional.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berikan Tanggapan