BAB 2 LANDASAN FILOSOFIS PEDAGOGIK TRANSFORMATIF**
2.1 Epistemologi Pendidikan Kritis
A. Hakikat Epistemologi
dalam Pendidikan
Epistemologi
membahas tentang:
- Hakikat pengetahuan
- Cara memperoleh
pengetahuan
- Validitas dan
penggunaan pengetahuan
Dalam pedagogi
transformatif, epistemologi tidak netral, tetapi:
- Kontekstual
- Sejarah
- Sarat nilai dan
kepentingan
B. Kritik terhadap
Positivisme
Pendekatan positif
memandang:
- Pengetahuan bersifat
objektif dan bebas nilai
- Realitas dapat diukur
secara empiris
Sebaliknya,
epistemologi kritis menegaskan:
- Pengetahuan adalah konstruksi
sosial
- Selalu terkait dengan
kekuasaan dan ideologi
C. Kepentingan
Pengetahuan
Menurut Jรผrgen Habermas , terdapat tiga
kepentingan pengetahuan:
1. Teknis → mengontrol alam
2. Praktis → memahami interaksi sosial
3. Emansipatoris → memerdekakan manusia
Dalam pedagogi
transformatif, fokus utama adalah:
๐ kepentingan emansipatoris
D. Pengetahuan sebagai
Proses Dialogis
Menurut Paulo Freire :
- Pengetahuan lahir
melalui dialog
- Belajar adalah proses
membangun makna
Implikasinya:
- Peserta didik aktif
- Guru sebagai
fasilitator
- Pembelajaran bersifat
reflektif
E. Refleksivitas dalam
Pengetahuan
Peserta didik didik
untuk:
- Mengkritisi sumber
pengetahuan
- Mempertanyakan
kepentingan di baliknya
- Membuka perspektif
alternatif
F. Implikasi dalam PGSD
- Pembelajaran berbasis
pertanyaan (inquiry)
- Diskusi terbuka
- Pengetahuan sebagai
sesuatu yang dinamis
๐ Kesimpulan:
Epistemologi pendidikan kritis menempatkan pengetahuan sebagai alat pembebasan,
bukan sekadar reproduksi.
2.2 Progresivisme dan
Rekonstruksionisme Sosial
A. Progresivisme dalam
Pendidikan
Tokoh utama: John Dewey
Prinsip utama:
- Pendidikan berbasis
pengalaman
- Belajar melalui praktik
(learning by doing)
- Sekolah sebagai
miniatur masyarakat
B.Karakteristik
Progresivisme
- Berpusat pada peserta
didik
- Fleksibel dan dinamis
- Menekankan eksplorasi
dan refleksi
C. Rekonstruksionisme
Sosial
Tokoh penting: George S. Counts
Gagasan utama:
- Pendidikan harus
mengubah masyarakat
- Sekolah sebagai agen
perubahan sosial
- Tidak netral terhadap
ketidakadilan
D. Perbandingan dan
Integrasi
|
Aspek |
Progresivisme |
Rekonstruksionisme |
|
Fokus |
Individu |
Sosial |
|
Tujuan |
Pengalaman belajar |
Perubahan sosial |
|
Orientasi |
Pertumbuhan |
Transformasi |
๐ Dalam
pedagogi transformatif:
- Progresivisme = metode
- Rekonstruksionisme =
tujuan
E. Implikasi dalam PGSD
- Pembelajaran
kontekstual
- Integrasi isu sosial ke
dalam materi
- Pengembangan empati dan
tanggung jawab
๐ Kesimpulan:
Keduanya membentuk dasar pendidikan yang aktif, reflektif, dan berorientasi
pada perubahan sosial.
2.3 Humanisme dan Pembebasan Manusia
A. Hakikat Humanisme
Humanisme
ditempatkan:
- Manusia sebagai pusat
pendidikan
- Martabat dan kebebasan
sebagai nilai utama
B. Konsep Kebebasan
Menurut Erich Fromm :
- Kebebasan
dari
→ bebas dari memilih
- Kebebasan
untuk → kebebasan mengembangkan diri
C. Pembebasan dalam
Pendidikan
Menurut Paulo Freire :
- Pembebasan adalah
proses dialogis
- Tidak bersifat top-down
D. Dimensi Humanistik
Pendidikan harus
mengembangkan:
- Kognitif
- Afektif
- Moral
- Sosial
- Rohani
E. Implikasi dalam PGSD
- Relasi guru-siswa yang
humanis
- Lingkungan belajar yang
aman
- Penghargaan terhadap
keberagaman
F. Otonomi Peserta Didik
Peserta didikus
untuk:
- Berpikir mandiri
- Mengambil keputusan
- Bertanggung jawab
๐ Kesimpulan:
Humanisme memastikan pendidikan berorientasi pada pemaparan dan pengembangan
manusia secara utuh.
2.4 Pembelajaran Transformatif
sebagai Landasan Filosofis
A. Pembelajaran
Transformatif Hakikat
Pembelajaran
transformatif adalah:
- Perubahan cara berpikir
(kerangka acuan)
- Perubahan perspektif
dan makna
B. Teori Pembelajaran
Transformatif
Tokoh utama: Jack Mezirow
Konsep kunci:
- Refleksi kritis
- Dilema yang
membingungkan
- Perubahan perspektif
C. Proses Transformasi
Meliputi:
1. Pengalaman
2. Refleksi kritis
3. Dialog
4. Tindakan (praksis)
D.Hubungan dengan
Pedagogik Kritis
- Menguatkan kesadaran
kritis
- Penjelasan teori dan
praktik
- Mendorong perubahan
sosial
E. Implementasi dalam
PGSD
- Refleksi pengalaman
siswa
- Diskusi berbasis
masalah
- Pembelajaran kolaboratif
F. Lingkungan Belajar
Harus:
- Demokratis
- Aman untuk
berkonsentrasi
- Mendorong
๐ Kesimpulan:
Pembelajaran transformatif adalah mekanisme utama terjadinya perubahan dalam
diri peserta didik.
2.5 Paradigma Emansipatoris dalam
Pendidikan
A. Hakikat Paradigma
Emansipatoris
Paradigma ini –:
- Pembebasan manusia
- Penguatan kesadaran
kritis
- Transformasi sosial
B. Landasan Teoretis
Menurut Jรผrgen Habermas :
- Pengetahuan harus
bersifat emansipatoris
Menurut Paulo Freire :
- Pendidikan adalah
praktik kebebasan
C.Karakteristik Paradigma
Emansipatoris
- Dialogis
- Partisipatif
- Reflektif
- Kritis
- Transformasional
D. Relasi Guru dan
Peserta Didik
- Tidak hirs
- Bersifat kolaboratif
- Guru sebagai rekan
belajar
E. Implikasi Kurikulum
dan Evaluasi
- Kurikulum kontekstual
dan inklusif
- Evaluasi tidak hanya
kognitif
- Fokus pada kesadaran
kritis dan partisipasi
F. Implementasi dalam
PGSD
- Pembelajaran berbasis
masalah sosial
- Pengembangan literasi
kritis
- Keterlibatan aktif
siswa
๐ Kesimpulan:
Paradigma emansipatoris menjadi kerangka utama pedagogik transformatif yang
mengarahkan pendidikan pada jaminan sosial.
Penutup
Bab ini menegaskan
bahwa pedagogi transformatif dibangun atas:
1. Epistemologi kritis (cara
memahami pengetahuan)
2. Progresivisme &
rekonstruksionisme (arah perubahan)
3. Humanisme (nilai
kemanusiaan)
4. Pembelajaran transformatif
(mekanisme perubahan)
5. Paradigma emansipatoris
(kerangka keseluruhan)
Keseluruhan
landasan ini membentuk pendidikan yang:
- Reflektif
- Kritis
- Dialogis
- Emansipatoris
- Berorientasi pada transformasi
sosial